skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
16 Gejala HIV Yang Sudah Saatnya Anda Ketahui!

16 Gejala HIV Yang Sudah Saatnya Anda Ketahui!

16 Gejala HIV Yang Sudah Saatnya Anda Ketahui – HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit.

HIV belum bisa disembuhkan, tapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan ini juga akan membuat penderitanya hidup lebih lama, sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.

Dengan diagnosis HIV dini dan penanganan yang efektif, pengidap HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya. langsung kita lanjut ke gejala hiv nya.

Gejala HIV Yang Perlu Anda Ketahui

  1. Demam

Gejala HIV dengan mengalami demam. Salah satu tanda-tanda pertama ARS adalah demam ringan, sampai sekitar 39 derajat C (102 derajat F). Demam sering disertai dengan gejala ringan lainnya, seperti kelelahan, pembengkakan pada kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan.

“Pada titik ini virus bergerak ke dalam aliran darah dan mulai mereplikasi dalam jumlah besar. Sehingga akan ada reaksi inflamasi oleh sistem kekebalan tubuh,” kata Carlos Malvestutto, MD, instruktur penyakit menular dan imunologi dari department of medicine di NYU School of Medicine, New York.

  1. Kelelahan

Gejala HIV Karena Kelelahan Akut. Respon inflamasi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh juga dapat menyebabkan lelah dan lesu. Kelelahan dapat menjadi tanda awal dan tanda lanjutan dari HIV.

  1. Pegal, nyeri otot dan sendi, pembengkakan kelenjar getah bening

Gejala HIV bisa juga karena nyeri otot dan sendi dan seringnya gejala hiv ini diperhatikan sebelah mata. ARS sering menyerupai gejala flu, mononucleosis, infeksi virus atau yang lain, bahkan sifilis atau hepatitis. Hal tersebut memang tidak mengherankan. Banyak gejala penyakit yang mirip bahkan sama, termasuk nyeri pada persendian dan nyeri otot, serta pembengkakan kelenjar getah bening.

Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh dan cenderung akan meradang bila ada infeksi. Kelenjar getah bening berada di pangkal paha leher ketiak, dan lain-lain.

  1. Sakit tenggorokan dan sakit kepala

Gejala HIV dengan mengalami sakit tenggorokan dan sakit kepala. “Seperti gejala penyakit lain, sakit tenggorokan, dan sakit kepala sering dapat merupakan ARS,” kata Dr. Horberg. Jika memiliki risiko tinggi HIV, maka melakukan tes HIV adalah ide yang baik. Karena HIV paling menular pada tahap awal.

  1. Ruam kulit

Gejala HIV dengan mengalami Ruam Kulit ? . Ruam kulit dapat terjadi lebih awal atau terlambat dalam perkembangan HIV/AIDS.

  1. Mual, muntah dan diare

Gejala HIV yang satu ini bisa dikatakan sulit ditebak. Sekitar 30 hingga 60 persen dari orang dengan HIV memiliki gejala jangka pendek seperti mual, muntah, atau diare pada tahap awal HIV, kata Dr. Malvestutto. Gejala tersebut juga dapat muncul sebagai akibat dari terapi antiretroviral, biasanya sebagai akibat dari infeksi oportunistik.

“Diare yang tak henti-hentinya dan tidak merespon obat mungkin merupakan indikasi. Atau gejala dapat disebabkan oleh organisme yang biasanya tidak terlihat pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang baik,” kata Dr. Horberg.

  1. Penurunan berat badan

Gejala HIV ini harusnya mudah terdeteksi. “Jika penderita HIV sudah kehilangan berat badan, berarti sistem kekebalan tubuh biasanya sedang menurun,” kata Dr. Malvestutto.

  1. Batuk kering

Gejala HIV yang satu ini juga merupakan gejala umum. Batuk kering dapat merupakan tanda pertama seseorang terkena infeksi HIV. Batuk tersebut dapat berlangsung selama 1 tahun dan terus semakin parah.

  1. Pneumonia

Gejala HIV yang satu ini bisa dikatakan khusus, gejala hiv ini sudah cukup terlihat. Batuk dan penurunan berat badan juga mungkin pertanda infeksi serius yang disebabkan oleh kuman yang tidak akan mengganggu jika sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik. “Ada banyak infeksi oportunistik yang berbeda dan masing-masing dapat datang dengan waktu yang berbeda,” kata Dr. Malvestutto.

Pneumonia merupakan salah satu infeksi oportunistik, sedangkan yang lainnya termasuk toksoplasmosis, infeksi parasit yang mempengaruhi otak, cytomegalovirus, dan infeksi jamur di rongga mulut.

  1. Keringat malam

Terkadang Gejala HIV ini tidak begitu diperhatikan bahkan gejala hiv ini dianggap remeh oleh beberapa orang. Keringat Malam kok merupakan gejala HIV ? Sekitar setengah dari orang yang terinfeksi HIV akan berkeringat di malam hari selama tahap awal infeksi HIV, kata Dr. Malvestutto. Keringat malam terjadi bahkan saat tidak sedang melakukan aktivitas fisik apapun.

  1. Perubahan pada kuku

Gejala HIV ini kadang tidak diperhatikan karena gejala hiv ini kadang tidak terasa dan tiba-tiba kita mengalami perubahan kuku. Tanda lain dari infeksi HIV akhir adalah perubahan kuku, seperti membelah, penebalan dan kuku yang melengkung, atau perubahan warna (hitam atau coklat berupa garis vertikal maupun horizontal). Seringkali hal tersebut disebabkan infeksi jamur, seperti kandida.

“Pasien dengan sistem kekebalan yang menurun akan lebih rentan terhadap infeksi jamur,” kata Dr. Malvestutto.

  1. Infeksi Jamur

Ya, infeksi jamur merupakan gejala hiv. Infeksi jamur yang umum pada tahap lanjut adalah thrush, infeksi mulut yang disebabkan oleh Candida, yang merupakan suatu jenis jamur. “Candida merupakan jamur yang sangat umum dan salah satu yang menyebabkan infeksi jamur pada wanita.

“Candida cenderung muncul di rongga mulut atau kerongkongan, sehingga akan sulit untuk menelan,” kata Dr. Malvestutto.

  1. Kebingungan atau kesulitan berkonsentrasi

Gejala HIV yang seperti cukup membingungkan, mengapa gejala hiv ini membingungkan? simak penjelasan ini. Masalah kognitif dapat menjadi tanda demensia terkait HIV, yang biasanya terjadi lambat dalam perjalanan penyakit. Selain kebingungan dan kesulitan berkonsentrasi, demensia terkait AIDS mungkin juga melibatkan masalah memori dan masalah perilaku seperti marah atau mudah tersinggung.

Bahkan mungkin termasuk perubahan motorik seperti, menjadi ceroboh, kurangnya koordinasi, dan masalah dengan tugas yang membutuhkan keterampilan motorik halus seperti menulis dengan tangan.

  1. Herpes mulut dan herpes kelamin

Ini merupakan gejala hiv yang jelas terlihat. Cold sores (herpes mulut) dan herpes kelamin (herpes genital) dapat menjadi tanda dari ARS dan stadium infeksi HIV. Herpes tersebut juga dapat menjadi faktor risiko untuk tertular HIV.

Karena herpes kelamin dapat menyebabkan borok yang memudahkan virus HIV masuk ke dalam tubuh selama hubungan seksual. Orang-orang yang terinfeksi HIV juga cenderung memiliki risiko tinggi terkena herpes karena HIV melemahkan sistem kekebalan tubuh.

  1. Kesemutan dan kelemahan

Kesemutan dan kelemahan mengapa merupakan gejala HIV ? Akhir HIV juga dapat menyebabkan mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki. Hal ini disebut neuropati perifer, yang juga terjadi pada orang dengan diabetes yang tidak terkontrol. “Hal tersebut menunjukkan kerusakan pada saraf,” kata Dr. Malvestutto.

Gejala tersebut dapat diobati dengan obat-obatan penghilang rasa sakit yang dijual bebas dan antikejang seperti gabapentin.

  1. Ketidakteraturan menstruasi

Gejala HIV ini merupakan gejala hiv khusus pada wanita dan sering gejala hiv ini tidak diperhatikan secara khusus. Infeksi HIV tahap lanjut tampaknya dapat meningkatkan risiko mengalami ketidakteraturan menstruasi, seperti periode yang lebih sedikit dan lebih jarang. Perubahan tersebut mungkin lebih berkaitan dengan penurunan berat badan dan kesehatan yang buruk dari wanita dengan tahap akhir infeksi HIV.

Infeksi HIV juga telah dikaitkan dengan usia menopause yang lebih dini, yaitu sekitar 47-48 tahun bagi perempuan yang terinfeksi HIV dibandingkan dengan perempuan yang tidak terinfeksi sekitar usia 49-51 tahun.

Apa Itu HIVCARE?

HIVCARE adalah Obat HIV formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengontrol dan mengurangi perkembangan virus HIV. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat HIVCARE banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

HIVCARE memiliki kandungan antioksidan tinggi yang dapat membuang racun dalam darah, menghalangi virus HIV agar tidak melakukan pembelahan diri, memberantas virus HIV tanpa merusak sel sehat lainnya.