skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Cara Penularan Penyakit HIV Yang Perlu Kamu Ketahui

Cara Penularan Penyakit HIV Yang Perlu Kamu Ketahui

Kamu seringkali mengalami kekhawatiran yang berlebihan akibat takut tertular virus HIV. Mungkin ada yang mengira bahwa dengan bersentuhan atau berjabat tangan dengan penderita HIV/AIDS maka kamu dapat tertular, padahal hal itu tidak benar. Waspada memang suatu kewajiban, tetapi tentunya harus mengetahui ilmunya supaya tidak terjadi ketakutan yang berlebihan.

berikut ini adalah cara penularan HIV/AIDS yang perlu Anda ketahui:

1. Melalui Cairan Organ Intim

Cara penularan HIV/AIDS melalui cairan organ intim saat ini semakin meningkat jumlahnya dan menjadi media yang paling mudah untuk menularkan virus. Hal ini dikarenakan banyaknya prostitusi baik yang terselubung maupun terang-terangan sehingga menyebabkan orang dengan seenaknya berganti-ganti pasangan.

Terlebih lagi jika pada saat berhubungan intim tersebut tidak menggunakan kondom. Cara penularan ini tidak hanya mengakibatkan para pencari dan penjaja seks saja yang dapat tertular virus, namun orang-orang yang tidak berdosa yaitu para pasangan resminya di rumah yang tidak tahu apa-apa juga dapat ikut tertular.

2. Melalui Cairan Darah

Dengan masuknya virus  ke sistem pembuluh darah, sudah tentu akan menyebabkan virus ini berkembang di dalam tubuh manusia. Ada berbagai cara masuk virus  dari penderita HIV ke dalam pembuluh darah orang lain sehingga terjadilah penularan penyakit HIV/AIDS. Cara tersebut yaitu melalui tranfusi darah, jarum suntik, dan berbagai alat tusuk yang menembus kulit.

3. Penggunaan jarum suntik yang bergantian

Dalam hal penggunaan jarum suntik, maka para pemakai narkoba yang menggunakan jarum suntik sebagai medianya adalah termasuk dalam golongan orang yang mempunyai resiko tinggi tertular penyakit AIDS ini.

4. Proses Persalinan

Penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak juga bisa terjadi ketika proses persalinan terjadi yang memang juga termasuk cukup langka dan jarang. Pada saat persalinan berlangsung, darah sang ibu serta cairan di dalam rahim atau sekresi maternal mampu menjadikan si bayi terkena kontaminasi saat dilahirkan.

Kalaupun ada beberapa kabar yang menyatakan bahwa penularan virus dapat terjadi lewat plasenta, hal ini sudah diteliti dan tidak terjadi. Ini karena plasenta tak dapat tertembus oleh HIV sehingga risiko penularan yang diperkirakan mampu terjadi ketika hamil justru tidaklah ada. Kalaupun ada, risiko ini cukup kecil.

Penting untuk diketahui bersama bahwa virus tidak mampu bertahan lama berada pada luar tubuh manusia dan produksi ulang pun tidak bisa di luar tubuh manusia. Jadi, berikut ini merupakan media-media yang bukan penyebar virus seperti yang dikhawatirkan.

a. Gigitan Serangga

Seperti misalnya dari nyamuk.

b. Air Atau Udara

Air Mata, Air Keringat, Atau Air Ludah

Namun dengan catatan, cairan-cairan tersebut tidaklah bercampur darah yang sudah terkontaminasi oleh virus HIV.

c. Bersentuhan, baik itu berpelukan atau berjabat tangan.

Berciuman menggunakan mulut yang dalam kondisi tertutup dengan penderita HIV juga termasuk.

d. Berbagi penggunaan gelas atau piring serta berbagi penggunaan toilet.

Rata-rata penularan sebenarnya terjadi ketika ada kontak secara langsung dari cairan-cairan tubuh atau setidaknya mengenai cairan selaput maupun jaringan yang mengalami kerusakan.

Cairan tubuh yang sudah terkontaminasi oleh virus dan masuk ke pembuluh darah di mana jarum suntik menjadi perantaranya juga akan menyebabkan penularan. Cairan selaput yang disebutkan sebelumnya pada umumnya dijumpai di dalam mulut, penis, vagina serta anus.

Apa Itu HIVCARE?

HIVCARE adalah Obat HIV formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengontrol dan mengurangi perkembangan virus HIV. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat HIVCARE banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

HIVCARE memiliki kandungan antioksidan tinggi yang dapat membuang racun dalam darah, menghalangi virus HIV agar tidak melakukan pembelahan diri, memberantas virus HIV tanpa merusak sel sehat lainnya.