skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Ciri-Ciri Penyakit HIV Pada Bayi Dan Anak-Anak

Ciri-Ciri Penyakit HIV Pada Bayi dan Anak-Anak

HIV/AIDS adalah sebuah penyakit yang disebabkan karena virus yang bernama human immunodeficiency virus. Ini jenis virus yang bisa menular dengan signifikan lewat beberapa cara seperti kontak hubungan seksual dengan penderita yang sudah terinfeksi, kontak darah seperti penggunaan jarum suntik dan donor darah, hubungan darah dari ibu yang sudah terinfeksi ke janin, proses kelahiran normal dan menyusui.

Setelah virus masuk ke dalam tubuh maka akan menghancurkan semua sel CD4 yaitu jenis sel darah putih yang bekerja untuk membantu tubuh melawan infeksi. Karena itulah tubuh penderita HIV/AIDS akan terus melemah dan rentan infeksi.

 

Berikut ini beberapa ciri-ciri HIV/AIDS pada bayi dan anak-anak:

1. Pertumbuhan Badan yang Buruk

Bayi dan anak-anak biasanya tidak akan menunjukkan gejala HIV/AIDS yang cukup jelas. Salah satu masalah utama yang mudah dikenali adalah ketika bayi dan anak-anak tidak memiliki grafik pertumbuhan yang normal.

Bayi dan anak-anak akan lebih terlihat kurus. Pemeriksaan berat badan yang dilakukan setiap bulan sama sekali tidak menunjukkan kemajuan yang berarti.

2. Perkembangan Lambat

Perkembangan bayi dan anak-anak biasanya dipantau setiap bulan untuk mendapatkan data yang jelas. Di Indonesia monitoring perkembangan dan pertumbuhan bayi dan anak dibawah lima tahun dipantau dalam program posyandu.

Namun bayi dan anak-anak yang memang terkena HIV/AIDS akan memiliki perkembangan dan pertumbuhan yang kurang baik. Bayi dan anak-anak akan terlihat dengan perkembangan yang kurang sesuai dengan standar. Ini adalah gejala yang paling mudah dikenali.

3. Sering Kejang

Kejang menjadi pertanda bahwa tubuh bayi dan anak-anak mengalami masalah terutama pada sistem syaraf dan otak. Kejang bisasanya paling sering terjadi ketika anak-anak mengalami panas yang menyebabkan tubuh memberikan reaksi yang sangat berat.

Namun bayi dan anak-anak yang terkena HIV/AIDS memiliki tubuh yang sangat lemah sehingga kejang akan lebih sering terjadi. Kondisi ini membutuhkan perawatan khusus karena bisa saja infeksi sudah menyebar ke bagian otak.

4.Infeksi Telinga

Bayi dan anak-anak yang terkena HIV/AIDS memang sangat rentan terkena infeksi telinga. Infeksi teling disebabkan karena virus sudah melemahkan sistem pada organ ini.

Sebelum mengembangkan infeksi biasanya diawali dengan beberapa gejala seperti tubuh panas, sakit pada tenggorokan dan rewel. Untuk mengatasi hal ini maka bayi dan anak-anak harus dibawa ke dokter untuk mendapatkan obat yang bisa mengatasi infeksi.

5. Diare

Diare adalah masalah yang paling sering terjadi untuk bayi dan anak-anak yang terkena HIV/AIDS. Diare disebabkan karena infeksi virus sudah menyebabkan organ pencernaan tidak bisa melakukan fungsi dengan baik.

Ada banyak bakteri buruk yang sudah berkembang dalam sistem pencernaan. Bahkan kondisi ini juga terjadi pada penderita dewasa. Mengontrol makanan dan minuman pada bayi dan anak akan membantu tubuh agar tidak terkena diare berlebihan.

6. Sariawan

Sariawan yang terjadi pada bayi dan anak-anak akan lebih sering terjadi pada penderita HIV/AIDS. Hal ini disebabkan karena infeksi jamur sering terjadi karena tubuh memiliki sistem kekebalan yang sangat lemah.

Sariawan disebabkan karena jamur candida yang berkembang dalam mulut. Untuk menghindari sariwan maka kebersihan mulut harus diperhatikan dengan baik.

7. Demam

Demam untuk anak-anak dan bayi yang menderita HIV/AIDS sebenarnya terjadi karena, sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah. Kondisi demam ini akan menyebabkan tubuh menjadi semakin lemah, sementara bayi dan anak-anak juga rewel.

Pemeriksaan untuk mengetahui infeksi lanjutan yang terjadi pada tubuh sangat diperlukan. Beberapa bayi dan anak-anak juga biasanya disarankan untuk rawat inap di rumah sakit.

8. Dehidrasi

Bayi dan anak-anak yang terkena HIV/AIDS juga cenderung lebih sering mengalami dehidrasi. Kondisi ini disebabkan karena tubuh membutuhkan air yang lebih banyak. Sistem metabolisme yang sudah bermasalah menyebabkan bayi dan anak-anak bisa mengalami kekurangan penyerapan air.

Selain itu, bayi dan anak-anak juga akan sangat rentan dengan makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh. Dehidrasi akan menyebabkan tubuh menjadi sangat lemah dan membutuhkan perhatian khusus.

9. Infeksi Paru-Paru

Infeksi paru-paru terjadi pada bayi dan anak-anak yang sudah agak lama menderita HIV/AIDS. Hal ini disebabkan karena paru-paru mengalami infeksi yang disebabkan oleh jamur.

Jamur bisa masuk ke saluran pernafasan dari luar seperti perantara udara atau berbagai benda berjamur yang kontak langsung dengan tangan serta saluran pernafasan.

Gejala infeksi paru seperti sulit bernafas, nafas yang terasa sangat berat, mudah marah dan tubuh yang sangat lemah. Perawatan di rumah sakit sangat diperlukan untuk mengatasi infeksi dan mengurangi resiko penyebaran infeksi.

Apa Itu HIVCARE?

HIVCARE adalah Obat HIV formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengontrol dan mengurangi perkembangan virus HIV. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat HIVCARE banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

HIVCARE memiliki kandungan antioksidan tinggi yang dapat membuang racun dalam darah, menghalangi virus HIV agar tidak melakukan pembelahan diri, memberantas virus HIV tanpa merusak sel sehat lainnya.