skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
9 Gejala HIV Dan Cara Menghindarinya

9 Gejala HIV dan Cara Menghindarinya

9 Gejala HIV dan Cara Menghindarinya – HIV atau Human Immunodeficiency Virus sebenarnya bukan jenis virus penyakit menular yang mudah menyebar. Penyakit ini akan menular melalui pertukaran darah dan cairan tubuh lain.

Kontak secara langsung tanpa melibatkan cairan tertentu sama sekali tidak berbahaya.Semua penderita HIV/AIDS biasanya memiliki beberapa gejala hiv yang berbeda. Setiap tahap awal biasanya menghasilkan gejala hiv seperti penyakit biasa.

 

Berikut ini beberapa gejala HIV/AIDS awal yang umum terjadi:

A. Gejala Awal

Gejala HIV/AIDS awal sama sekali tidak menunjukkan tentang infeksi virus HIV/AIDS. Beberapa gejala hiv yang ringan seperti flu, batuk, sakit kepala, demam dan merasa lelah adalah hal yang sangat wajar. Kondisi ini bisa terjadi selama 2 hingga 6 minggu. Setelah itu kondisi tubuh akan pulih seperti biasa dan sebenarnya tubuh akan mengembangkan virus HIV selama beberapa tahun.

B. Gangguan Reproduksi

Gejala HIV Ganggian Reproduksi. Bagi wanita maupun pria yang terkena infeksi HIV maka bisa menyebabkan gangguan reproduksi. Gangguan ini menyebabkan wanita mengalami gangguan siklus menstruasi. Selain itu masalah penyakit seksual lainnya juga akan lebih sering muncul seperti infeksi radang panggul, kanker serviks dan penyakit kelamin.

C. Muncul Ruam Pada Kulit

Gejala HIV Muncul Ruam Pada Kulit. Penderita HIV/AIDS memang sangat rentan dengan paparan sinar matahari. Ruam merah dapat muncul di semua bagian kulit. Biasanya dimulai dengan benjolan kecil yang akan membuat kulit disekitarnya menjadi kusam dan bersisik. Selain itu penyakit kulit juga bisa berkembang dari infeksi virus herpes.

D. Penyakit Infeksi

Gejala HIV Penyakit Infeksi. Ketika virus HIV telah masuk ke dalam tubuh maka tubuh akan melawan namun infeksi virus sering membuat sistem kekebalan menurun dengan signifikan.

Setelah itu maka tubuh akan mengembangkan berbagai jenis penyakit yang disebabkan karena infeksi seperti radang paru-paru, infeksi pada ginjal, mata, saluran pencernaan, dan bahkan hingga ke otak. Kondisi ini menyebabkan infeksi HIV akan sulit untuk diobati.

E. Gejalanya Membuat Tubuh Lemah

Gejala hiv yang muncul pada tahap lanjut biasanya banyak disertai dengan penyakit yang bisa membuat tubuh menjadi lebih lemah. Biasanya penderita akan mengalami gangguan pencernaan yang menyebabkan nafsu makan menurun, nyeri pada semua bagian sendi tubuh, batuk yang kronis dan kesulitan pernafasan. Bahkan pada tahap yang lebih lanjut penderita bisa menderita tekanan mental yang lebih berat hingga stres.

F. Pembengkakan Kelenjar

Gejala HIV Pembengkakan Kelenjar. Kelenjar getah bening yang ada dalam tubuh berfungsi untuk menghindari semua infeksi dalam tubuh. Jika virus HIV telah masuk ke dalam tubuh maka bisa menyebabkan pembengkakan kelenjar. Kondisi ini disebabkan karena kekebalan tubuh menurun drastis dan kelenjar getah bening bekerja terlalu keras. Penderita bisa mengalami kondisi ini selama beberapa bulan.

G. Demam

Salah satu gejala hiv acute retroviral syndrome (ARS) yang pertama kali muncul biasanya berupa demam ringan dengan suhu tubuh mencapai 38,9 derajat Celcius. Gejala hiv awal ini sendiri biasanya datang tidak sendirian karena dapat dibarengi beberapa gejala hiv lain yang menyertainya, seperti kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan.

H. Nyeri Pada Kelenjar Getah Bening dan Otot

Nyeri pada persendian, otot, dan kelenjar getah bening juga dapat menjadi salah satu gejala HIV awal. Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh dan kemungkinan besar akan mengalami peradangan saat terjadi infeksi.

Jika peradangan terjadi di kelenjar getah bening, maka ketiak, pangkal paha, dan leher kemungkinan akan terasa nyeri. Selain itu, sama halnya dengan infeksi virus lainnya, gejala HIV awal dapat meliputi nyeri pada sendi dan otot.

I. Kelelahan

Gejala HIV Kelelahan. Sistem kekebalan tubuh akan memberikan respon inflamasi terhadap infeksi HIV. Hal ini akan mengakibatkan tubuh mengalami rasa lelah dan lesu.

Penularan HIV/AIDS hanya terjadi jika ada penularan cairan dari tubuh penderita ke orang lain. Beberapa media sering menyebabkan penularan dengan signifikan seperti darah dan cairan sperma.

setelah kita membahas berbagai informasi tentang gejala hiv, kita lanjutkan untuk langkah-langka menghindari penularan hiv.

Berikut ini langkah yang bisa dilakukan untuk menghindari penularan HIV/AIDS:

1. Hindari Seks Bebas

Potensi seks bebas yang berkembang akan memicu penyebaran HIV/AIDS menjadi lebih signifikan.

2. Setia Pada Pasangan

Setia hanya dengan satu pasangan dan saling percaya menjadi dorongan yang kuat untuk menurunkan resiko penyakit HIV/AIDS.

3. Hindari Narkoba

Semua jenis narkoba memiliki efek yang buruk untuk kesehatan. Bahaya narkoba dengan pemakaian jarum suntik secara bersama-sama bisa meningkatkan resiko penyakit ini menjadi lebih luas.

4. Pemeriksaan HIV/AIDS

Hal ini harus dilakukan untuk orang yang ingin melakukan menyumbangkan darah. Hal ini untuk menghindari agar tidak terjadi penularan lewat tranfusi darah.

5. Pengembangan Kegiatan Agama, Sosial Dan Budaya

Berbagai macam kegiatan yang mendorong kesadaran masyarakat tentang HIV/AIDS akan menurunkan resiko pencegahan.

Apa Itu HIVCARE?

HIVCARE adalah Obat HIV formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengontrol dan mengurangi perkembangan virus HIV. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat HIVCARE banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

HIVCARE memiliki kandungan antioksidan tinggi yang dapat membuang racun dalam darah, menghalangi virus HIV agar tidak melakukan pembelahan diri, memberantas virus HIV tanpa merusak sel sehat lainnya.