skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Gejala Sakit HIV Dan Faktor Penyebab HIV!

Gejala Sakit HIV dan Faktor Penyebab HIV!

AIDS adalah singkatan dari acquired immune deficiency syndrome. Penyakit AIDS merupakan suatu penyakit yang ditimbulkan sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV (Human Immunodefiency Virus) didalam tubuh manusia, yang mana virus ini menyerang sel darah putih (sel CD4) sehingga mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh.

Hilangnya atau berkurangnya daya tahan tubuh membuat si penderita mudah sekali terjangkit berbagai macam penyakit termasuk penyakit ringan sekalipun.

Virus HIV menyerang sel CD4 dan menjadikannya tempat berkembangbiak Virus HIV baru, kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sebagaimana kita ketahui bahwa sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh.

Tanpa kekebalan tubuh maka ketika tubuh kita diserang penyakit, tubuh kita lemah dan tidak berupaya melawan jangkitan penyakit dan akibatya kita dapat meninggal dunia meski terkena influenza atau pilek biasa.

Ketika tubuh manusia terkena virus HIV maka hal tersebut tidaklah langsung menyebabkan penyakit AIDS, melainkan diperlukan waktu yang cukup lama bahkan bertahun-tahun bagi virus ini untuk menyebabkan AIDS atau HIV positif yang mematikan pada tubuh seseorang.

Faktor Penyebab Penyakit HIV

Beberapa Faktor Penyebab HIV AIDS Adalah:

  1. Seks Bebas Yang Tidak sehat Dan Aman

Seseorang yang sering melakukan hubungan intin dengan bergonta ganti pasangan tanpa menggunakan pengaman adalah satu faktor penyebab hiv aids yang paling tinggi. Penularan bisa terjadi dari hubungan intim antara sekresi pada cairan vagina dan alam kelamin.

Jadi orang yang melakukan hubungan seks bebas tingkat terkena virus hiv aidsnya akan lebih tinggi, apalagi jika salah satu pasangannya positif dengan virus hiv aids dia akan mudah untuk tertular.

  1. Penggunaan Jarum Suntik Yang Tidak Steril

Biasanya untuk pengguna narkoba sering menggunakan jarum suntik yang tidak steril bahkan mereka sering menggunkan jarum suntik secara bergantian dan itu merupakan faktor penyebab hiv aids yang sering terjadi.

Jika salah satu teman yang sudah terkena virus hiv aids secara otomatis orang yang memakai jarum suntik bekasnya akan langsung tertular karena cairan pada tubuh penderita akan langsung berpindah secra cepat.

  1. Penyakit Menurun

Jika ada seorang ibu yang positif terkena virus hiv aids dia akan mudah menurunkannya kepada anak yang ada didalam kandungannya, penulan virus hiv aids akan terjadi pada minggu terakhir kehamilan tingkat penularan pada saat kehamilan dan kelahiran sekita 25%. Menyusui juga bisa meningkatkan resiko penularan kepada sang anak.

  1. Transfusi Darah Yang Tidak Steril

Cairan yang terdapat pada penderita virus hiv aids sangat mudah menular, sehingga dibutuhkan pemeriksaan yang sangat teliti dalam hal transfusi darah, bagi anda yang sering melakukan transfusi dara anda harus berhati-hati dan anda harus mengetahui jarum suntik yang digunakan baru apa tidak.

Penggunaaan jarum suntik juga harus steril karena jarum yang tidak steril bisa membuat anda terkena virus yang berbahaya ini.

Gejala Pada Penyakit HIV

  1. Pegal, nyeri otot dan sendi, pembengkakan kelenjar getah bening

ARS sering menyerupai gejala flu, mononucleosis, infeksi virus atau yang lain, bahkan sifilis atau hepatitis. Hal tersebut memang tidak mengherankan. Banyak gejala penyakit yang mirip bahkan sama, termasuk nyeri pada persendian dan nyeri otot, serta pembengkakan kelenjar getah bening.

Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh dan cenderung akan meradang bila ada infeksi. Kelenjar getah bening berada di pangkal paha leher ketiak, dan lain-lain.

  1. Penurunan berat badan

“Jika penderita HIV sudah kehilangan berat badan, berarti sistem kekebalan tubuh biasanya sedang menurun,” kata Dr. Malvestutto.

  1. Demam

Salah satu tanda-tanda pertama ARS adalah demam ringan, sampai sekitar 39 derajat C (102 derajat F). Demam sering disertai dengan gejala ringan lainnya, seperti kelelahan, pembengkakan pada kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan.

“Pada titik ini virus bergerak ke dalam aliran darah dan mulai mereplikasi dalam jumlah besar. Sehingga akan ada reaksi inflamasi oleh sistem kekebalan tubuh,” kata Carlos Malvestutto, MD, instruktur penyakit menular dan imunologi dari department of medicine di NYU School of Medicine, New York.

  1. Kelelahan

Respon inflamasi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh juga dapat menyebabkan lelah dan lesu. Kelelahan dapat menjadi tanda awal dan tanda lanjutan dari HIV.

  1. Batuk kering

Batuk kering dapat merupakan tanda pertama seseorang terkena infeksi HIV. Batuk tersebut dapat berlangsung selama 1 tahun dan terus semakin parah.

  1. Pneumonia

Batuk dan penurunan berat badan juga mungkin pertanda infeksi serius yang disebabkan oleh kuman yang tidak akan mengganggu jika sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik. “Ada banyak infeksi oportunistik yang berbeda dan masing-masing dapat datang dengan waktu yang berbeda,” kata Dr. Malvestutto.

Pneumonia merupakan salah satu infeksi oportunistik, sedangkan yang lainnya termasuk toksoplasmosis, infeksi parasit yang mempengaruhi otak, cytomegalovirus, dan infeksi jamur di rongga mulut.

  1. Keringat malam

Sekitar setengah dari orang yang terinfeksi HIV akan berkeringat di malam hari selama tahap awal infeksi HIV, kata Dr. Malvestutto. Keringat malam terjadi bahkan saat tidak sedang melakukan aktivitas fisik apapun.

  1. Perubahan pada kuku

Tanda lain dari infeksi HIV akhir adalah perubahan kuku, seperti membelah, penebalan dan kuku yang melengkung, atau perubahan warna (hitam atau coklat berupa garis vertikal maupun horizontal). Seringkali hal tersebut disebabkan infeksi jamur, seperti kandida.

“Pasien dengan sistem kekebalan yang menurun akan lebih rentan terhadap infeksi jamur,” kata Dr. Malvestutto.

  1. Infeksi Jamur

Infeksi jamur yang umum pada tahap lanjut adalah thrush, infeksi mulut yang disebabkan oleh Candida, yang merupakan suatu jenis jamur. “Candida merupakan jamur yang sangat umum dan salah satu yang menyebabkan infeksi jamur pada wanita.

“Candida cenderung muncul di rongga mulut atau kerongkongan, sehingga akan sulit untuk menelan,” kata Dr. Malvestutto.

  1. Kebingungan atau kesulitan berkonsentrasi

Masalah kognitif dapat menjadi tanda demensia terkait virus ini, yang biasanya terjadi lambat dalam perjalanan penyakit. Selain kebingungan dan kesulitan berkonsentrasi, demensia terkait AIDS mungkin juga melibatkan masalah memori dan masalah perilaku seperti marah atau mudah tersinggung.

Bahkan mungkin termasuk perubahan motorik seperti, menjadi ceroboh, kurangnya koordinasi, dan masalah dengan tugas yang membutuhkan keterampilan motorik halus seperti menulis dengan tangan.

Apa Itu HIVCARE?

HIVCARE adalah Obat HIV formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengontrol dan mengurangi perkembangan virus HIV. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat HIVCARE banyak dicari di dalam maupun luar negeri.