skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Tahap-Tahap Stadium HIV Hingga Menjadi AIDS

Tahap-Tahap Stadium HIV Hingga Menjadi AIDS

Penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah penyakit yang paling ditakuti karena belum ada vaksin atau obat yang bisa mengatasinya. Kenali gejala dari HIV untuk melakukan deteksi dini. Virus yang mematikan ini akan menyerang sistem kekebalan yang membuat tubuh kehilangan kemampuan untuk melawan penyakit, sehingga tubuh lebih rentan terhadap berbagai penyakit.

Infeksi HIV menurut WHO ditentukan oleh diagnosis berdasarkan gejala klinis dan jenis tes pemeriksaan.

 

Dan menurut WHO tahap infeksi HIV hingga menjadi AIDS terbagi dalam 4 tahap/ 4 fase, yaitu :

1. Stadium I

Bisa disebut sebagai Infeksi HIV asimtomatik dan tidak dikategorikan sebagai AIDS, pada tahap ini pengidap HIV akan nampak normal, seperti orang sehat biasa pada umumnya, sehingga banyak yang tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi oleh virus HIV (serokonversi).

2. Stadium II

Termasuk manifestasi membran mucocutaneous minor (mukosa kecil) dan infeksi-infeksi disertai radang saluran pernafasan bagian atas yang berulang tak sembuh-sembuh. Gejalanya berupa:

  1. Penurunan berat badan kurang dari 10% dari perkiraan berat badan sebelum terkena penyakit, yang tidak diketahui penyebabnya.
  2. Infeksi saluran nafas atas yang sering kambuh seperti: sinusitis, bronchitis, otitis media, faringitis.
  3. Herpes zoster
  4. Radang pada mulut
  5. Stomatitis yang berulang
  6. Gatal pada kulit (papular pruritic eruption)
  7. Seborrhoeic dermatitis
  8. Infeksi jamur pada kuku dan jari-jari

Biasanya pada pasien yang gaya hidup tidak beresiko tinggi, masih belum mengetahui bahwa dirinya sudah terinfeksi sehingga mereka tidak melakukan pemeriksaan darah, dan otomatis tidak memperoleh pengobatan dini untuk menghindari persignifikanan masuk ke stadium infeksi HIV berikutnya.

3. Stadium III

Fase simptomatik, yang sudah ditandai dengan adanya gejala infeksi primer, termasuk diantaranya berdasarkan kekerapan kemunculan yang paling sering adalah

  1. Penurunan berat badan lebih dari 10% dari perkiraan berat badan sebelumnya.
  2. Mencret-mencret (diare) kronis yang tidak jelas penyebabnya lebih dari 1 bulan.
  3. Demam yang terus menerus atau hilang timbul selama lebih dari 1 bulan yang tidak jelas penyebabnya
  4. Infeksi jamur (kandidiasis) di mulut
  5. Oral hairy leukoplakia
  6. Tuberculosis paru yang terdiagnosis 2 tahun terakhir
  7. Infeksi bakteri yang berat seperti: infeksi paru (pneumonia, empyema, pyomyositis, infeksi sendi dan tulang, meningitis, bakteremia).
  8. Radang mulut akut nekrotik, ginggivitis, periodontitis.
  9. Keadaan dimana diperlukan pemeriksaan konfirmasi untuk membuat diagnosis:
  • Anemia (Hb< 8 g/DL), neutropenia (< 500/mm3) dan atau
  • trombositopenia (<50000/mm3) yang sudah lebih dari satu bulan.

4. Stadium IV

Stadium ini disebut sebagai Stadium AIDS, ditandai secara fisik dengan munculnya pembesaran kelenjar limfe dan selanjutnya muncul beberapa infeksi opportunistik sekaligus yang biasanya meliputi Toksoplasmosis pada otak, Kandidiasis pada saluran tenggorokan (oesophagus), saluran pernafasan (trachea), batang saluran paru-paru (bronchi) atau paru-paru dan Sarkoma Kaposi.

Penyakit HIV digunakan sebagai indikator AIDS , yang berarti menurunnya kekebalan tubuh. Berkumpulnya beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus HIV pada seoran pasien HIV, adalah fase akhir dan biasanya bercirikan suatu jumlah CD4 yang kurang dari 200.

Untuk mengetahui perbaikan penyakit dan peningkatan daya tahan tubuh disamping kondisi klinis dapat dilakukan dengan memeriksa CD4 dan viral load secara teratur, sehingga dokter dapat menentukan apakah penderita perlu perubahan jenis pengobatan pada penderita atau tidak.

HIV/AIDS dapat dicegah dengan peningkatan pengetahuan masyarakat dan bahaya dari penyakit ini. Upaya yang dapat dilakukan dapat berupa:

  1. Pendidikan kesehatan reproduksi pada kalangan remaja
  2. Program kerjasama penyuluhan kesehatan dan informasi HIV/AIDS, untuk seluruh masyarakat, khususnya para karyawan yang bekerja terpisah dari keluarga dalam jangka waktu yang lama, misalnya karyawan kontraktor bangunan yang bekerja berpindah-pindah sesuai dengan proyek yang sedang dikerjakan.
  3. Promosi penggunaan kondom di lokalisasi pelacuran
  4. Program peningkatan pendidikan agama di masyarakat, khususnya kalangan remaja
  5. Penerapan kewaspadaan standart pada seluruh jajaran kesehatan
  6. Penularan dari Ibu ke Anak dapat dikurangi dengan cara berikut:
  • Pengobatan preventif ARV jangka pendek
  • Operasi Caesar
  • Menghindari pemberian ASI

Apa Itu HIVCARE?

HIVCARE adalah Obat HIV formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengontrol dan mengurangi perkembangan virus HIV. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat HIVCARE banyak dicari di dalam maupun luar negeri.