skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
HIV Pada Wanita Hamil, Ibu Tidak Boleh Menyusui ?

HIV Pada Wanita Hamil, Ibu Tidak Boleh Menyusui ?

Penyebab utama infeksi HIV pada anak usia di bawah 15 tahun. Sejak HIV menjadi pandemic di dunia, diperkirakan 5,1 juta anak di dunia terinfeksi. Hampir sebagian besar penderita tersebut tertular melalui penularan dari ibu ke anak.

HIV dapat ditularkan dari ibu ke bayinya dengan tiga cara yaitu di dalam uterus (lewat plasenta), sewaktu persalinan dan melalui air susu ibu.

Pada bayi yang menyusui kira-kira separuhnya transmisi terjadi sewaktu sekitar persalinan, sepertiganya melalui menyusui ibu dan sebagian kecil di dalam uterus. Bayi terinfeksi yang tidak disusui ibunya, kira-kira dua pertiga dari transmisi terjadi sewaktu atau dekat dengan persalinan dan sepertiganya di dalam uterus.

Kehamilan

Kehamilan bisa berbahaya bagi wanita dengan HIV atau AIDS selama persalinan dan melahirkan. Ibu sering akan mengalami masalah-masalah sebagai berikut :

1.Keguguran

2. Demam, infeksi dan kesehatan menurun.

3. Infeksi serius setelah melahirkan, yang sukar untuk dirawat dan mungkin mengancam jiwa ibu.

Melahirkan

Setelah melahirkan cucilah alat genitalia 2 kali sehari dengan sabun dan air bersih sehingga terlindungi dari infeksi.

Menyusui

Menyusui meningkatkan risiko penularan sebesar 4%. Infeksi kadang-kadang ditularkan ke bayi melalui air susu ibu (ASI).

Saat ini belum diketahui dengan pasti frekuensi kejadian seperti ini atau mengapa hanya terjadi pada beberapa bayi tertentu tetapi tidak pada bayi yang lain. Di ASI terdapat lebih banyak virus HIV pada ibu-ibu yang baru saja terkena infeksi dan ibu-ibu yang telah memperlihatkan tanda-tanda penyakit AIDS.

Setelah 6 bulan, sewaktu bayi menjadi lebih kuat dan besar, bahaya diare dan infeksi menjadi lebih baik. ASI dapat diganti dengan susu lain dan memberikan makanan tambahan. Dengan cara ini bayi akan mendapat manfaat ASI dengan risiko lebih kecil untuk terkena infeksi virus itu.

Sebenarnya  risiko penularannya bisa dihindari dengan beberapa cara ini:

1. Penularan virus dari ibu ke bayi bisa dicegah kalau ibu rajin konsumsi obat ARV

Proses penularan dari ibu ke bayi terjadi ketika masih dalam kandungan, selama proses persalinan sampai menyusui. Tapi kalau si ibu hamil rajin mengkonsumsi obat Antiretroviral (ARV), risiko bayi tertular bisa menurun.

2. Ada obat ARV khusus untuk ibu hamil untuk menghindari penularan tanpa membahayakan janin

Untuk wanita hamil yang positif terinfeksi HIV, sudah ada obat (ARV) khusus untuk wanita hamil. Obat ini bisa digunakan untuk menghindari penularan HIV dari ibu ke bayinya. Kalau tanpa pengobatan, perbandingannya sekitar 25 dari 100 bayi akan terinfeksi HIV. Tapi risiko bisa diturunkan dari satu banding 100 kalau diberi pengobatan sejak awal.

Pengobatan yang dilakukan melalui terapi kombinasi atau terapi Anti Retroviral (Highly Active Antiretroviral Theraphy/ HAART) selama masa kehamilan. Nggak Cuma ibunya saja, bayi juga akan menerima pengobatan antiretroviral pada saat proses persalinan dan setelahnya.

3. Wanita yang positif hiv nggak boleh memberi ASI kepada bayinya dan disarankan melahirkan secara Caesar

Kalau pengobatan sudah dilakukan sejak dini dan virusnya tidak terdeteksi dalam darah, ini bisa menurunkan risiko penularan virus ketika melahirkan secara normal dan nggak sampai menulari bayinya.

Tapi dalam beberapa kasus lain, dokter tetap menyarankan ibu hamil dengan HIV melahirkan dengan Caesar untuk menurunkan risiko penularan ke bayi. Selain itu, ibu juga nggak boleh menyusui. Solusinya, ibu harus memberikan susu botol sebagai sumber makanan dan asupan nutrisi.

Apa Itu HIVCARE?

HIVCARE adalah Obat HIV formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengontrol dan mengurangi perkembangan virus HIV. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat HIVCARE banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

HIVCARE memiliki kandungan antioksidan tinggi yang dapat membuang racun dalam darah, menghalangi virus HIV agar tidak melakukan pembelahan diri, memberantas virus HIV tanpa merusak sel sehat lainnya.