skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penjelasan Penyakit HIV AIDS Dan Pencegahanya

Penjelasan Penyakit HIV AIDS dan Pencegahanya

Penjelasan tentang penyakit HIV AIDS. HIV atau Human Immunodeficiency virus merupakan sejenis virus yang mampu menyebabkan penyakit AIDS. Virus yang satu ini akan menyerang manusia serta sistem kekebalan tubuhnya, sehingga tubuh menjadi mudah lemah dalam memerangi infeksi.

Tanpa pengobatan dan penanganan yang tepat, penderita HIV bisa bertahan hidup kurang lebih selama 9-11 tahun pasca tubuh terinfeksi, tergantung tipe virus yang menginfeksi.

Secara tidak langsung, kehadiran virus ini dalam badan kita akan menyebabkan tubuh kekurangan sistem imun sehingga mudah sekali jatuh sakit dan merasa lelah. Penyaluran virus ini dapat melalui penyaluran semen (air mani) disaat melakukan reproduksi, melalui darah, melalui cairan vagina, melalui ASI dan lain sebagainya.

Penyebaran Penyakit HIV

HIV adalah jenis virus yang rapuh. Tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. HIV bisa ditemukan di dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Cairan yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. HIV tidak bisa menyebar melalui keringat atau urin.

Di Indonesia faktor penyebab dan penyebaran virus HIV/AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik saat menggunakan narkotika.

Berikut ini adalah beberapa cara penyebaran HIV lainnya:

  • Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, ketika melahirkan atau menyusui.
  • Melalu seks oral.
  • Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi.
  • Memakai jarum, suntikan dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi, misalnya spon dan kain pembersihnya.

Sedangkan HIV tidak dapat menular melalui:

  • Bersalaman, berpelukan
  • Berciuman
  • Batuk, bersin
  • Memakai peralatan rumah tangga seperti alat makan, telepon, kamar mandi, WC, kamar tidur, dll.
  • Gigitan nyamuk
  • Bekerja, bersekolah, berkendaraan bersama
  • Memakai fasilitas umum misalnya kolam renang, WC umum, sauna, dll.
  • HIV tidak dapat menular melalui udara. Virus ini juga cepat mati jika berada di luar tubuh. Virus ini dapat dibunuh jika cairan tubuh yang mengandungnya dibersihkan dengan cairan pemutih (bleach) seperti Bayclin atau Chlorox , atau dengan sabun dan air.
  • HIV tidak dapat diserap oleh kulit yang tidak luka.
  • Cairan yang tidak menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain. Jadi penularan melalui ciuman tidak terjadi.
  • Jika pengobatan tidak dimulai pada waktu yang tepat, penyakit HIV AIDS dapat mengancam jiwa. Segera periksakan diri ke dokter anda jika memiliki resiko tertular virus ini.

Gejala-gejala Penyakit HIV AIDS Yang Harus Kamu Ketahui, Sebagai Berikut:

  • Demam
  • Nyeri kepala
  • Tulang dan otot yang nyeri dan pegal
  • Mudah lelah, letih dan lesu
  • Penurunan berat badan yang tidak terlalu besar
  • Menurunnya nafsu makan
  • Mual, muntah
  • Diare
  • Muncul ruam kemerahan pada kulit
  • Nyeri tenggorokan dan batuk
  • Pembesaran kelenjar (di leher, selangkangan, ketiak atau bagian tubuh lainnya)
  • Luka pada organ intim
  • Luka pada mulut (seperti sariawan)

Baca Artikel lain yang menarik disini

Cara Mencegah Penyakit HIV AIDS

Pencegahan Hiv Aids: Bagi Yang Belum Terinfeksi

  • Pahami HIV AIDS dan ajarkan pada orang lain. Memahami HIV AIDS dan bagaimana virus ini ditularkan merupakan dasar untuk melakukan tindakan pencegahan, sebarkan pengetahuan in ke orang lain seperti keluarga, sahabat dan kerabat.
  • Ketahui status HIV AIDS patner seks anda. Berhubungan seks dengan sembarang orang menjadikan pelaku seks bebas ini sangat riskan terinfeksi HIV, oleh karena itu mengetahui status HIV AIDS patner seks sangatlah penting.
  • Gunakan jarum suntik yang baru dan steril (baik ketika berobat di RS, dokter, tatto atau ketika melakukan tindik). Penyebaran paling cepat HIV AIDS adalah melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian dengan orang yang memiliki status HIV AIDS positif, penularan melalui jarum suntik sering terjadi pada IDU ( injection drug user).
  • Gunakan Kondom Berkualitas. Selain membuat ejakulasi lebih lambat, penggunaan kondom saat berhubungan seks cukup efektif mencegah penularan HIV AIDS melalui seks.
  • Lakukan sirkumsisi / khitan. Banyak penelitian pada tahun 2006 oleh National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bahwa pria yang melakukan khitan memiliki resiko 53 % lebih kecil daripada mereka yang tidak melakukan sirkumsisi.
  • Lakukan tes HIV AIDS secara berkala. Jika anda tergolong orang dengan resiko tinggi, sebaiknya melakukan tes HIV AIDS secara teratur, minimal 1 tahun sekali.

Pencegahan Hiv Aids: Bagi Yang Telah Terinfeksi

  • Beritahu patner seks bahwa anda telah positif HIV AIDS. Pemahaman patner seks terhadap status HIV AIDS sangatlah penting untuk antisipasi paska seks agar tidak menular ke yang lain.
  • Jika anda hamil, segera konsultasikan dengan tim medis terdekat agar mendapat penanganan khusus, saat melahirkan lakukan operasi caesar & bagi penderita HIV AIDS tidak disarankan untuk memberikan ASI pada bayinya.
  • Hindari donor darah dan donor organ.
  • Jangan biarkan orang lain memakai sikat gigi dan barang-barang pribadi lainnya, meskipun kemungkinan tertular melalui barang-barang pribadi ini sangat kecil, tapi tetap saja masih ada kemungkinan.
  • Beritahukan status HIV AIDS anda kepada orang yang terpercaya. Selain untuk melindungi orang lain, hal ini juga untuk memastikan bahwa anda mendapat perawatan dari orang tersebut

Apa Itu HIVCARE?

HIVCARE adalah Obat HIV formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengontrol dan mengurangi perkembangan virus HIV. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat HIVCARE banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

HIVCARE memiliki kandungan antioksidan tinggi yang dapat membuang racun dalam darah, menghalangi virus HIV agar tidak melakukan pembelahan diri, memberantas virus HIV tanpa merusak sel sehat lainnya.