skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Jenis Obat HIV AIDS Yang Dikategorikan Berdasarkan Penderitanya

Jenis Obat HIV AIDS Yang Dikategorikan Berdasarkan Penderitanya

Pada dasarnya tidak ada satupun obat hiv yang bisa mengatasi HIV/AIDS. Ilmuwan terus mengembangkan penelitian  tentang obat hiv, untuk mengetahui bahwa perkembangan virus HIV/AIDS tidak berjalan terlalu signifikan. Jika perkembangan terjadi dalam waktu yang lebih signifikan maka harapan hidup penderita bisa menjadi lebih kecil.

 

Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi HIV AIDS dengan jenis obat HIV yang sering digunakan bagi penderitanya:

1. Obat Antiretroviral (ARV)

Ini adalah salah satu jenis obat hiv yang dikembangkan untuk menghentikan kerusakan sel dalam tubuh akibat dari infeksi HIV. Cara mengatasi HIV/AIDS ini juga bisa digunakan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga bisa menghindari kerusakan sel tubuh yang lebih parah. Obat hiv ini diperlukan seumur hidup bagi penderita HIV/AIDS.

Berhenti dari perawatan mengkonsumsi obat hiv ini akan membuat tubuh menjadi lebih resisten sehingga perawatan harus dilakukan secara terus menerus. Maka dari itu ada kombinasi golongan ARV pada penderita. Beberapa golongan obat HIV ARV diantaranya yaitu:

  • NNRTI (Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors). Jenis Obat HIV ARV ini akan bekerja dengan mengatasi protein yang dibutuhkan virus HIV untuk menggandakan diri.
  • NRTI (Nucleoside reverse transcriptase inhibitors). Golongan Obat HIV ARV ini menghambat perkembangan HIV di dalam sel tubuh.
  • Protease inhibitors. Obat HIV ARV jenis ini akan mengatasi protease, jenis protein yang juga dibutuhkan HIV untuk memperbanyak diri.
  • Entry inhibitors. ARV jenis ini akan menghalangi HIV untuk memasuki sel-sel CD4.
  • Integrase inhibitors. Jenis Obat HIV ARV ini akan mengatasi integrase, protein yang digunakan HIV untuk memasukkan materi genetik ke dalam sel-sel CD4.

2. Obat ARV untuk Ibu Hamil

Ibu hamil memerlukan obat hiv ARV untuk menghindari penularan virus dari dirinya ke janin dalam rahim. Jika ibu hamil tidak melakukan perawatan mengkonsumsi obat hiv ini maka kemungkinan besar bisa menularkan virus ke janin sehingga bayi yang lahir terinfeksi HIV.

Ibu hamil juga disarankan untuk melakukan proses persalinan cesar dibandingkan proses persalinan normal untuk menghindari penularan virus. Selain itu, ibu hamil juga dilarang untuk menyusui bayi karena HIV bisa menular lewat ASI.

3. Konsumsi Obat ART (Anti Retroviral Therapy)

Obat ini khusus bekerja untuk mengatasi perkembangan virus sehingga bisa memberikan harapan hidup yang lebih panjang untuk penderita HIV/AIDS. Obat ini sama sekali tidak bisa mengatasi HIV/AIDS.

Pemakaian obat ini pada ibu hamil bisa mengurangi resiko virus penyakit menular ini ke janin. Namun pada dasarnya obat ini sama sekali tidak mengatasi dan hanya mengurangi berbagai gejala dan infeksi penyakit lain.

Anda harus membuat jadwal rutin untuk memasukkan pengobatan HIV ke dalam pola hidup sehari-hari. Pengobatan HIV bisa berhasil jika Anda mengonsumsi obat secara teratur (pada waktu yang sama setiap kali minum obat). Jika melewatkan satu dosis saja, efeknya bisa meningkatkan risiko kegagalan.

Berbagai jenis obat seperti ARV atau ART memang banyak disarankan oleh dokter. Namun perawatan ini juga sering dihindari karena menyebabkan beberapa efek samping dibawah ini.

  • Sulit untuk tidur dan terkadang juga bisa menyebabkan tekanan mental serta depresi
  • Gangguan pencernaan yang menyebabkan mual dan muntah secara terus menerus
  • Sakit kepala dan badan yang terasa lebih lemah
  • Penyakit kulit yang menyebabkan beberapa bagian kulit menjadi lebih hitam atau merah
  • Berbagai efek samping ini juga bisa menyebabkan kurang percaya diri bagi penderita HIV/AIDS.

Sayangi hidupmu dan jaga kebahagian keluargamu semoga informasi ini bermanfaat.

Apa Itu HIVCARE?

HIVCARE adalah Obat HIV formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengontrol dan mengurangi perkembangan virus HIV. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat HIVCARE banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

HIVCARE memiliki kandungan antioksidan tinggi yang dapat membuang racun dalam darah, menghalangi virus HIV agar tidak melakukan pembelahan diri, memberantas virus HIV tanpa merusak sel sehat lainnya.