skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
4 Cara Mengatasi HIV Yang Sesuai Standar Prosedur Dengan Obat HIV

4 Cara mengatasi HIV Yang Sesuai Standar Prosedur dengan Obat HIV

Belum ada obat hiv untuk menyembuhkan infeksi virus HIV, tapi ada pengobatan yang bisa memperlambat perkembangan penyakit. Perawatan ini bisa membuat orang yang terinfeksi untuk hidup lebih lama dan bisa menjalani pola hidup sehat. Ada berbagai macam jenis obat hiv yang dikombinasikan untuk mengendalikan virus.

HIV adalah penyakit yang paling berbahaya saat ini, karena sejauh ini belum ada pengobatan yang bisa mengatasi HIV/AIDS. Namun, dengan kemajuan teknologi, sekarang sudah banyak pendekatan-pendekatan pengobatan yang mampu memperlambat pertumbuhan virus HIV, bahkan sebagian orang menjadi sembuh total dengan pengobatan ini.

 

Obat HIV : Pengobatan dengan Menggunakan Terapi HAART

1. Ketahui apa yang dimaksud terapi HAART

Terapi HAART (Highly Active Antiretroviral Therapy) terdiri dari terapi tiga obat hiv yang memperkuat sistem kekebalan tubuh. Perawatan tiga obat hiv memperbesar peluang untuk menyerang semua virus yang ada.

Kombinasi tiga obat hiv mempunyai dua tujuan. Pertama, mengurangi kemungkinan berkembangnya infeksi dari bakteri dan virus yang umumnya tidak menulari orang sehat. Kedua, menghindari penggandaan virus lebih lanjut.

2. Minum obat NRTI

HIV menggabungkan DNA-nya ke dalam sel tubuh manusia dengan enzim khusus–nucleoside reverse transcriptase. Enzim ini menyerang sel-sel tubuh dan menghasilkan sel-sel baru yang mengandung HIV. NRTI menggagalkan replikasi ini dengan mengacaukan siklusnya. NRTI yang umumnya digunakan adalah Zidovudine dan Lamivudine.

Zidovudine bertugas untuk menghalangi proses infeksi HIV menjadi AIDS. Obat hiv ini juga mengurangi kemungkinan penularan HIV dari ibu ke bayi. Dosis obat hiv ini diberikan berdasarkan kasusnya.

Lamivudine bertujuan untuk memperlambat perkembangan infeksi HIV menjadi AIDS. Dosis ini juga diberikan berdasarkan kasusnya. Umumnya, Lamivudine dapat ditoleransi dengan baik oleh pasien.

3. Minum inhibitor protease

Fungsi utama protease HIV adalah menghasilkan partikel HIV yang menular. Dengan menghentikan protease HIV, inhibitor protease dapat menghindari infeksi. Beberapa contoh inhibitor protease adalah:

  1. Saquinavir
  2. Ritonavir
  3. Indinavir
  4. Nelfinavir
  5. Amprenavir

Dosisnya tergantung keparahan infeksi HIV yang diderita.

4. Pertimbangkan tentang perawatan NNRTI alternatif.

Banyak dari efek samping HAART kadang menghalangi pasien meneruskan terapinya. Dokter juga menganjurkan program “pembatasan protease”. Program ini melibatkan 2 NRTI dengan non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NNRTI).

NNRTI mengikatkan diri pada reverse transcriptase. Ini membuat transcriptase tak berfungsi dan tidak mengizinkan penyerangan DNA ke dalam sel tubuh manusia. Contoh NNRTI di antaranya adalah Efavirenz dan Nevirapine.

  1. Efavirenz: Efavirenz adalah NNRTI yang paling banyak dipilih saat ini.
  2. Nevirapine: Ini merupakan NNRTI yang pertama disetujui oleh FDA. Perhatian khusus harus diberikan ketika menggunakan obat hiv ini dengan antivirus lain. Nevirapine dapat meningkatkan atau justru mengurangi efek obat antivirus lain.

Semua obat memiliki efek samping begitu juga dengan obat HIV. Beberapa efek samping memang tidak membahayakan dan beberapa berlangsung ringan, namun efek samping bisa menunjukkan bahwa obat hiv yang dikonsumsi telah mulai bekerja.

Tujuan pengobatan HIV adalah menemukan kombinasi obat hiv yang akurat dalam dosis yang akurat yang akan cukup kuat untuk melawan HIV dalam tubuh, tapi tidak menyebabkan terlalu banyak efek samping. Efek samping jangka pendek Beberapa efek samping jangka pendek yang dapat muncul antara lain:

  • Anemia (kelainan pada sel darah merah)
  • Diare
  • Pusing
  • Kelelahan
  • Sakit kepala mual dan muntah
  • Nyeri dan masalah saraf
  • Ruam

Semua obat hiv ini memiliki efek samping jangka panjang.

Obat HIV dapat memiliki beberapa efek samping yang signifikan dan jangka panjang. Meskipun banyak dari efek samping dapat diobati, namun beberapa dapat berlanjut. Oleh karena itu selalu beritahu dokter tentang efek samping yang Anda alami, sehingga ia dapat menentukan perawatan terbaik baik untuk penyakit HIV maupun efek samping pengobatan.

 

Beberapa efek samping jangka panjang yang paling umum dari pengobatan HIV meliputi:

1. Lipodistrofi

Perubahan ini dapat mencakup kehilangan lemak di wajah dan ekstremitas (anggota gerak), dan penumpukan lemak di perut dan belakang leher.

2. Insulin Resistance

Kondisi yang dapat menyebabkan kelainan kadar gula darah, kadar gula menjadi selalu tinggi. Tes laboratorium rutin untuk melihat kadar gula merupakan indikator terbaik untuk mendeteksi resistensi insulin.

3. Kelainan lipid

Meningkatnya kadar kolesterol atau trigliserida darah.

4. Penurunan kepadatan tulang

Bisa menjadi masalah yang signifikan, terutama untuk orang dewasa yang sudah tua. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan risiko cedera dan patah tulang.

5. Laktat asidosis

Penumpukan laktat, produk limbah selular, di dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan masalah mulai dari nyeri otot hingga gagal hati.

Meskipun obat HIV tidak mengatasi dengan maksimal, tetapi amat penting agar penyakit HIV tak menjadi parah dan mudah menular.

Apa Itu HIVCARE?

HIVCARE adalah Obat HIV formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengontrol dan mengurangi perkembangan virus HIV. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat HIVCARE banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

HIVCARE memiliki kandungan antioksidan tinggi yang dapat membuang racun dalam darah, menghalangi virus HIV agar tidak melakukan pembelahan diri, memberantas virus HIV tanpa merusak sel sehat lainnya.