skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
HIV : Memahami Infeksi Dan Penularan

HIV : Memahami Infeksi Dan Penularan

Tidak ada vaksin untuk menghindari HIV dan tidak ada obat untuk AIDS, tapi kamu bisa melindungi diri agar tidak terinfeksi. Satu-satunya cara untuk menghindari terinfeksi adalah dengan menghindari kegiatan yang meningkatkan risiko tertular HIV. Pada dasarnya, menghindari selalu lebih baik daripada mengatasi.

Cara-cara yang paling umum untuk terinfeksi adalah berhubungan seks tanpa kondom, dan berbagi jarum atau alat suntik lainnya. Jika kamu terinfeksi, kamu bisa menularkannya dengan cara-cara tersebut. Jika kedua pasangan terinfeksi, tetap lakukan hubungan seks yang aman. kamu bisa tertular jenis virus lain yang mungkin tidak bisa dikendalikan oleh obat-obatan yang kamu konsumsi.

Ada baiknya kamu mengetahui informasi dibawah ini:

Memahami Infeksi dan Penularan HIV

1. Memahami cara HIV menyerang tubuh penderita

HIV menyerang dan menghancurkan sel T atau CD4 dalam darah yang berfungsi untuk melawan virus atau bakteri lain, membuat penderitanya rentan terhadap infeksi dan penyakit lain.

Virus HIV membutuhkan sel T untuk memperbanyak diri, sehingga virus ini tidak dapat hidup di bagian tubuh yang tidak memiliki sel darah, seperti kulit atau rambut.

-Seseorang yang sudah terinfeksi disebut dengan “positif HIV” atau “HIV+”. Seseorang yang mengidap “AIDS” sudah hampir kehilangan semua sel CD4nya, atau sistem imunnya sudah sangat rusak sehingga penderitanya mengalami “infeksi oportunistik” atau kanker yang berhubungan dengan infeksi.

2. Ketahuilah bahwa kebanyakan interaksi sosial tidak bisa menyebarkan HIV

Berbicara atau bersalaman dengan orang yang positif tidaklah berbahaya, jadi kamu tidak perlu khawatir untuk bertemu seseorang yang terjangkit.

Virus ini tidak bisa hidup di udara, air, atau kebanyakan zat di luar tubuh manusia, sehingga berbagi makanan, berenang di kolam renang yang sama, atau berbagi kamar mandi dengan penderita HIV+ tidak akan menyebarkan infeksinya.

3. Ketahuilah cara penularan HIV

HIV menular melalui cairan tubuh tertentu, tetapi tidak semuanya. Cairan itu adalah: darah, sperma, cairan pra-sperma, air susu, dan cairan vagina. Kontak dengan semua cairan ini bisa menularkan HIV. Bagian berikutnya akan memberi kamu saran untuk menghindari kontak dengan semua cairan ini dalam berbagai situasi, termasuk berhubungan seksual.

Perlu dicatat bahwa air liur atau lendir tidak menyebarkan virus HIV. Artinya kontak dengan virus tidak akan terjadi melalui ciuman, bersin, atau batuk, kecuali ada darah yang cukup banyak tercampur dengan cairan tubuh lainnya. Meskipun begitu, penularan melalui kontak singkat jarang terjadi.

Mengurangi Risiko Penularan Virus melalui Hubungan Seksual

A. Kurangi faktor risiko seks

Kemungkinan kamu untuk terjangkit akan lebih kecil jika tidak melakukan hubungan seksual, mengurangi jumlah pasangan seksual, meminta pasangan seksual kamu untuk dites, atau batasi hubungan seksual kamu hanya dengan pasangan yang tidak berhubungan seks dengan orang lain.

Memilih satu atau lebih cara ini adalah cara yang bagus untuk mengurangi kemungkinan penularan, terutama jika menggunakan kondom seperti dijelaskan berikut ini:

Mintalah pasangan seksual jangka panjang kamu untuk dites sebelum melakukan hubungan seks tanpa kondom. Banyak orang yang terjangkit tidak mengetahui bahwa mereka terinfeksi virus itu.

Cegah pertukaran cairan tubuh selama hubungan seks. HIV dapat menular melalui seks oral, vagina, atau anal jika satu orang atau lebih terjangkit. Akan tetapi, ada cara-cara untuk mengurangi, tetapi tidak menghentikan kemungkinan penularan.

Selalu gunakan kondom lateks atau kondom wanita lateks saat berhubungan seksual dengan pasangan yang baru, pasangan yang belum dites HIV, atau jika kamu memiliki banyak pasangan seks.

B. Gunakan pelindung

Saat melakukan seks oral, dalam vagina atau dubur, gunakan kondom cut-open untuk menghindari kontak langsung dengan mulut.

Peringatan: kondom kulit domba tidak menghindari infeksi, karena memiliki lubang-lubang mikroskopis yang dapat dilewati virus. Kondom poliuretan juga tidak bisa menghindari infeksi seberkhasiat kondom lateks.

C. Pelajari cara menggunakan kondom dengan berkhasiat.

Berlatihlah memasang dan melepas kondom atau kondom wanita beberapa kali sebelum menggunakannya saat berhubungan seks untuk pertama kali.

Bicarakan pada pasangan seks kamu terlebih dahulu mengenai penggunaan kondom sehingga kamu tidak dipaksa untuk melepasnya di menit-menit terakhir, dan pastikan untuk memakainya sebelum terjadi kontak kelamin.

Kondom pria harus ditekan pada ujungnya sebelum dipakai sehingga ada ruang untuk mengumpulkan sperma. Pastikan untuk tidak memegang bagian kondom yang terkena cairan pasangan seksual kamu saat melepasnya, terutama jika kamu memiliki luka di tangan.

Ikuti instruksi di bawah ini, sekaligus penggunaan kondom yang paling aman:

  • Kondom atau kondom dental dam tidak boleh robek, digunakan melewati batas kedaluwarsa, digunakan kembali, atau digunakan lebih dari 20 menit.
  • Gunakan sedikit cairan pelumas berbasis air pada kondom, jika dibutuhkan, untuk menghindarinya menjadi kering dan rusak. Jangan pernah gunakan pelumas berbasis minyak atau losion yang dapat merusak kondom.
  • Penis dengan kondom harus ditarik dari lubang kemaluan sebelum ereksi berhenti, karena kondomnya mungkin akan melorot jika penis sudah tidak keras.
  • Simpanlah kondom pada tempatnya di tempat yang gelap dan kering. Gantilah kondom yang sudah disimpan di dalam dompet atau mobil selama lebih dari satu atau dua minggu.

Apa Itu HIVCARE?

HIVCARE adalah Obat HIV formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengontrol dan mengurangi perkembangan virus HIV. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat HIVCARE banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

HIVCARE memiliki kandungan antioksidan tinggi yang dapat membuang racun dalam darah, menghalangi virus HIV agar tidak melakukan pembelahan diri, memberantas virus HIV tanpa merusak sel sehat lainnya.