skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penyakit HIV Di Indonesia Dan Penyebab Penularan Virus HIV!

Penyakit HIV Di Indonesia dan Penyebab Penularan Virus HIV!

AIDS adalah singkatan dari acquired immune deficiency syndrome. Penyakit AIDS merupakan suatu penyakit yang ditimbulkan sebagai dampak ber-kembangbiaknya virus HIV (Human Immunodefiency Virus) didalam tubuh manusia, yang mana virus ini menyerang sel darah putih (sel CD4) sehingga mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh.

Hilangnya atau berkurangnya daya tahan tubuh membuat si penderita mudah sekali terjangkit berbagai macam penyakit termasuk penyakit ringan sekalipun.

Virus ini menyerang sel CD4 dan menjadikannya tempat berkembangbiak Virus HIV baru, kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sebagaimana kita ketahui bahwa sel darah putih sangat S untuk sistem kekebalan tubuh.

Tanpa kekebalan tubuh maka ketika tubuh kita diserang penyakit, tubuh kita lemah dan tidak berupaya melawan jangkitan penyakit dan akibatya kita dapat meninggal dunia meski terkena influenza atau pilek biasa.

Ketika tubuh manusia terkena virus maka hal tersebut tidaklah langsung menyebabkan penyakit AIDS, melainkan diperlukan waktu yang cukup lama bahkan bertahun-tahun bagi virus HIV untuk menyebabkan AIDS atau HIV positif yang mematikan pada tubuh seseorang.

Penyakit HIV DI Indonesia

Jumlah kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dalam sepuluh tahun terakhir secara umum meningkat. Peningkatan ini sejalan dengan makin banyaknya masyarakat yang sadar dan melakukan tes HIV.

Direktur Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Sigit Priohutomo, mengatakan meningkatnya jumlah kasus ini di Indonesia layaknya fenomena gunung es. Namun fenomena tersebut perlahan tapi pasti mulai terangkat.

“Makin banyak yang terdeteksi, makin terangkat gunung esnya. Semakin banyak juga masyarakat yang mau melakukan tes dan mengetahui statusnya,” kata Sigit dalam temu media di Gedung Kemenkes, Jalan HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (30/11/2015).

Menurutnya, hal tersebut juga tidak lepas dari pergeseran target program deteksi dini dan skrining. Dulu, kata Sigit, yang dites hanya kelompok kunci, yang diduga mengidap.

“Sekarang tes juga dilakukan ke populasi umum, terutama ke ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga menjadi salah satu kelompok pengidap HIV yang tinggi,” imbuhnya.

Menurut data Kemenkes, sejak tahun 2005 sampai September 2015, terdapat kasus sebanyak 184.929 yang didapat dari laporan layanan konseling dan tes HIV. Jumlah kasus  tertinggi yaitu di DKI Jakarta (38.464 kasus), diikuti Jawa Timur (24.104kasus), Papua (20.147 kasus), Jawa Barat (17.075 kasus) dan Jawa Tengah (12.267 kasus).

Kasus HIV Juli-September 2015 sejumlah 6.779 kasus. Faktor risiko penularan HIV tertinggi adalah hubungan seks tidak aman pada heteroseksual (46,2 persen) penggunaan jarum suntik tidak steril pada Penasun (3,4 persen), dan LSL (Lelaki sesama Lelaki) (24,4 persen).

Sementara, kasus AIDS sampai September 2015 sejumlah 68.917 kasus. Berdasarkan kelompok umur, persentase kasus AIDS tahun 2015 didapatkan tertinggi pada usia 20-29 tahun(32,0 persen), 30-39 tahun (29,4 persen), 40-49 tahun (11,8 persen), 50-59 tahun (3,9 persen) kemudian 15-19 tahun (3 persen).

Kasus AIDS di Indonesia ditemukan pertama kali pada tahun 1987. Sampai September 2015, kasus AIDS tersebar di 381 (77 persen) dari 498 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia.

Wilayah pertama kali ditemukan adanya kasus AIDS adalah Provinsi Bali. Sedangkan yang terakhir melaporkan adalah Provinsi Sulawesi Barat pada tahun 2011.

Penyebab HIV

  1. Jarum suntik

Media jarum suntik ikut serta dalam memberikan kesempatan untuk virus HIV menyebar dari tubuh penderita ke tubuh orang yang sebelumnya belum terjangkit. Jika ingin menggunakan jarum suntik harus menggunakan jarum suntik yang hanya sekali pakai.

Atau terlebih dahulu jarum suntik yang telah digunakan telah melalui proses steril atau pembersihan secara khusus, sehingga virus yang masih menempel di jarum suntik tidak menular.

  1. Ibu hamil positif HIV

Bayi yang akan lahir bisa saja terjangkit virus HIV dari ibunya sendiri. Karena selama dalam kandungan salam makanan seorang bayi menyatu dengan sistem peredaran darah ibunya.

Secara otomatis virus yang ada didalam dalah ikut masuk ke tubuh bayi yang dikandungnya. Cara mengantisipasinya dengan memberikan obat ARV untuk melemahkan penyerangan atau perkembangan virus HIV sehingga tidak mampu menular pada bayi.

  1. Kegiatan seksual yang tidak aman

Ini adalah faktor terbesar yang memicu penyebaran virus secara cepat. Melakukan sek bebas dengan orang yang mengidap virus didalam tubuhnya akan menular ketika berlangsungnya kontak kedua kelamin yang mengakibatkan penularan cairan sehingga virus HIV bisa ikut masuk kedalam tubuh pasangannya yang sehat.

Solusi yang cukup efesien dengan menggunakan alat pengaman sehingga cairan tidak masuk kedalam tubuh dengan mengunakan kondom. Tapi tetap melanggar aturan yang ada. Cara yang paling tepat adalah dengan melakukan hubungan intim hanya dengan pasangan anda yang benar-benar sah. Cobalah untuk setia pada pasangan anda.

  1. Melalui ASI

Kini telah banyak penjualan ASI dari orang lain yang mungkin saja didalam tubuh terdapat virus HIV. Untuk anda para ibu lebih hati hati dalam memberikan asupan untuk bayinya, Lebih baik menggunakan ASI sendiri untuk anak anda sendiri.

Transplantasi organ tubuh. Organ tubuh yang dijadikan donor untuk orang baru bisa saja terdapat virus HIV didalamnya. Oleh karena itu lebih telitilah dalam melakukan transplantasi.

Belum ditemukan obat yang tepat untuk menangani penyakit AIDS. Untuk itu diperlukan perhatian penuh bagi anda untuk menjauhkan diri dari apa saja yang mengakibatkan anda bisa tertular HIV AIDS. Jauhi sek bebas, jauhi penggunaan narkoba dan bergantilah pola hidup ke pola hidup yang lebih sehat.

Menjaga lingkungan agar terus bersih, merapihkannya, menjaga asupan makanan dan rutin berolahraga. Secara tidak sadar tubuh anda akan terjauh dari berbagai penyakit dan terus sehat. serta ketahuilah gejala-gejala AIDS untuk meminimalisir terjadinya keterlambatan penanganan.

Baca Juga Artikel Kita Lainnya disini

 

Apa Itu HIVCARE?

HIVCARE adalah Obat HIV formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengontrol dan mengurangi perkembangan virus HIV. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat HIVCARE banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

HIVCARE memiliki kandungan antioksidan tinggi yang dapat membuang racun dalam darah, menghalangi virus HIV agar tidak melakukan pembelahan diri, memberantas virus tanpa merusak sel sehat lainnya.