skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penyakit HIV : Penyebaran Dan Ciri-ciri Penyakit HIV!

Penyakit HIV : Penyebaran dan Ciri-ciri Penyakit HIV!

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus mematikan penyebab infeksi karena memperlemah sistem kekebalan tubuh manusia. Gejala infeksi virus HIV sulit dibedakan dengan infeksi lain dan mungkin akan terlambat didiagnosa.

Infeksi ditularkan oleh cairan mengandung virus HIV seperti darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Dalam satu atau dua bulan setelah virus memasuki tubuh, 40 sampai 90 persen orang hanya akan mengalami gejala seperti flu dikenal sebagai sindrom retroviral akut (Acute Retroviral Syndrome/ARS).

Kadang gejala HIV tidak muncul selama beberapa tahun dan bahkan hingga satu dekade setelah terinfeksi.

Penyebaran Penyakit HIV

HIV adalah jenis virus yang rapuh. Tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. HIV bisa ditemukan di dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Cairan yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI.Penyakit ini tidak bisa menyebar melalui keringat atau urine.

Di Indonesia faktor penyebab dan penyebaran terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik saat menggunakan narkotika.

Berikut ini adalah beberapa cara penyebaran HIV AIDS lainnya:

  • Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, ketika melahirkan atau menyusui.
  • Melalui seks oral.
  • Pemakaian alat bantu seks secara bersama-sama atau bergantian.
  • Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi.
  • Memakai jarum, suntikan, dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi, misalnya spon dan kain pembersihnya.

Ciri-ciri Penyakit HIV

  1. Berkeringat di malam hari

Sekitar setengah dari orang terinfeksi virus HIV berkeringat di malam hari. Keringat ini dipengaruhi oleh infeksi dan tidak berhubungan dengan olahraga atau suhu ruangan.

  1. Perubahan kuku

Tanda lain dari infeksi pada tahap akhir adalah perubahan kuku, seperti penebalan kuku, kuku melengkung, terpisah dari kulit, atau perubahan warna kuku menjadi hitam atau garis-garis kecoklatan.

Perubahan warna kuku ini seringkali disebabkan oleh infeksi jamur, seperti kandida yang dapat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda menurun.

  1. Infeksi jamur pada mulut

Infeksi jamur juga dapat berkembang pada mulut atau kerongkongan pengidap, menyebabkan sulit menelan.

  1. Kebingungan atau kesulitan konsentrasi

Masalah kognitif bisa menjadi tanda demensia terkait HIV, biasanya terjadi di stadium akhir penyakit. Selain menyebabkan kebingungan dan sulit konsentrasi, demensia terkait mungkin juga melibatkan masalah psikologis seperti mudah marah atau mudah tersinggung.

Bahkan mungkin termasuk perubahan motorik, misalnya menjadi ceroboh, kurang koordinasi, dan kesulitan mengembangkan fungsi motorik halus seperti menulis.

  1. Luka dingin atau herpes genital

Kondisi ini merupakan tanda-tanda dari ARS maupun infeksi HIV makin parah. Herpes juga dapat menjadi media penularan HIV seperti herpes pada alat kelamin menularkan ketika berhubungan seks.

Dan orang-orang memiliki HIV cenderung sering mendapat herpes karena melemahkan sistem kekebalan tubuh.

  1. Kesemutan dan kelemahan

HIV pada tahap kronis juga dapat menyebabkan mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki. Hal ini disebut neuropati perifer, juga dapat terjadi pada orang dengan diabetes tidak terkontrol.

  1. Tidak teratur siklus menstruasi

Penyakit ini juga menyebabkan tidak teratur menstruasi, seperti darah keluar lebih sedikit dan menstruasi lebih ringan. Perubahan ini, mungkin lebih berkaitan dengan efek kehilangan berat badan secara drastis dan kesehatan memburuk akibat lemah sistem imun.

  1. Demam

Salah satu tanda pertama ARS adalah demam ringan disertai gejala lain seperti kelelahan, bengkak kelenjar getah bening dan sakit tenggorokan.

Pada kondisi ini, virus telah masuk ke aliran darah dalam jumlah berlipat ganda, sehingga tubuh mengalami demam sebagai reaksi inflamasi oleh sistem kekebalan tubuh.

  1. Kelelahan

Respon inflamasi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh juga dapat membuat orang merasa lelah dan lesu. Aktivitas tubuh yang ringan telah dapat menyebabkan kelelahan ekstrim.

  1. Nyeri otot dan sendi, serta pembengkakan kelenjar getah bening

Orang kurang waspada gejala penyakit ini karena mirip dengan infeksi virus lain, seperti sifilis atau hepatitis. Gejala mirip dengan penyakit lain, termasuk nyeri pada persendian dan otot-otot serta pembengkakan kelenjar getah bening.

Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh dan cenderung menyebabkan peradangan ketika ada infeksi. Pembangkakan kelenjar getah bening biasanya terjadi pada pangkal paha, leher, dan ketiak.

  1. Sakit tenggorokan dan sakit kepala

Penyakit ini juga dapat menyebabkan gejala seperti sakit tenggorokan dan sakit kepala.

  1. Ruam

Muncul ruam pada kulit dapat terjadi ketika tahap awal atau mungkin muncul ketika telah parah. Ruam merah muda dapat muncul pada batang tubuh dan menyerupai bisul. Jika muncul ruam sulit diobati, Anda perlu melakukan tes medis hiv.

Apa Itu HIVCARE?

HIVCARE adalah Obat HIV formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengontrol dan mengurangi perkembangan virus HIV. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat HIVCARE banyak dicari di dalam maupun luar negeri.