skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penyebaran HIV Dan Media Penularanya

Penyebaran HIV dan Media Penularanya

Virus HIV menyerang sel CD4 dan menjadikannya tempat berkembangbiak Virus baru, kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi.

Sebagaimana kamu ketahui bahwa sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika tubuh kamu diserang penyakit, tubuh kamu lemah dan tidak berupaya melawan jangkitan penyakit dan akibatya kamu dapat meninggal dunia meski terkena influenza atau pilek biasa.

Ketika tubuh manusia terkena virus HIV maka hal tersebut tidaklah langsung menyebabkan penyakit AIDS, melainkan diperlukan waktu yang cukup lama bahkan bertahun-tahun bagi virus untuk menyebabkan AIDS atau HIV positif yang mematikan pada tubuh seseorang.

Kamu tahu belum ada obat untuk HIV, tapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan virus ini. Pengobatan bisa membuat orang yang terinfeksi untuk hidup lebih lama sehingga bisa menjalani hidup dengan lebih normal.

Di Indonesia sendiri faktor penyebab dan penyebaran virus HIV/AIDS terbesar ialah melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik saat menggunakan narkotika.

Dengan diagnosis dini dan penanganan yang berkhasiat, pengidap tidak akan berubah menjadi AIDS. AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

Gimana dan dengan cara apalagi HIV/AIDS itu bisa menular? Berikut pemaparannya:

  • Melalui darah, misalnya: tranfusi darah, terkena darah HIV+ pada kulit yang terluka, jarum suntik, dsb.
  • Melalui cairan semen, air mani (sperma). Misalnya: seorang pria berhubungan badan dengan pasangannya tanpa menggunakan kondom atau pengaman lainya, oral sex, dsb.
  • Melalui cairan vagina pada wanita. Misalnya: wanita yang berhubungan badan tanpa pengaman, pinjam-menminjam alat bantu seks, oral sex, dsb.
  • Melalui air susu ibu (ASI). Misalnya: bayi meminum ASI dari wanita HIV+, pria meminum susu ASI pasangannya, dsb. Adapun cairan tubuh yang tidak mengandung virus pada penderita antara lain saliva (air liur atau air ludah), feses (kotoran atau tinja), air mata, air keringat serta urine (air seni atau air kencing).

Cara terbaik untuk menghindarinya adalah dengan melakukan hubungan seks secara aman, yakni hubungan sex setelah menikah dan tidak pernah berbagi jarum atau peralatan menyuntik apa pun. Semua yang pernah berhubungan seks dengan bergonta-ganti pasangan dan berbagi jarum atau suntikan, berisiko untuk terinfeksi.

HIV adalah jenis virus yang rapuh. Tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. HIV bisa ditemukan di dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Cairan yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. Perlu diketahui bahwa tidak bisa penyebaran melalui keringat atau urin.

Untuk kebanyakan kasus  di Indonesia, penularan disebabkan karena penggunaan narkoba melalui jarum suntik yang tidak steril dan sek bebas tanpa pemakaian alat pengaman. Untuk itu, artikel di atas tentunya dapat memberikan gambaran kepada pembaca setia agar selalu berhati-hati agar tidak tertular atau tidak menularkannya kepada orang lain penyakit mematikan tersebut.

Walaupun secara medis belum diketahui secara pasti obat yang benar-benar bisa mengatasinya, namun memperlakukan secara bijak penderita AIDS di lingkungan sosial adalah hal yang dapat membantu psikologis penderita agar tidak semakin terpuruk.

Untuk itu agar kiranya kamu semua dapat secara bijak mulai dari melakukan pencegahan penularan sampai dengan memperlakukan penderitanya sendiri.

Apa Itu HIVCARE?

HIVCARE adalah Obat HIV formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengontrol dan mengurangi perkembangan virus HIV. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat HIVCARE banyak dicari di dalam maupun luar negeri.